Rahasia Semut Api Selamat dari Banjir

17 Nov 2011




Ini adalah kendaraan hebat untuk menyelamatkan diri dari bencana banjir. Kendaraan itu dapat merakit dirinya sendiri dalam 100 detik dan mampu menjaga ribuan hingga jutaan penumpangnya aman serta mengambang selama berhari-hari, bahkan hingga beberapa pekan.


Ini adalah kendaraan hebat untuk menyelamatkan diri dari bencana banjir. Kendaraan itu dapat merakit dirinya sendiri dalam 100 detik dan mampu menjaga ribuan hingga jutaan penumpangnya aman serta mengambang selama berhari-hari, bahkan hingga beberapa pekan.


Kelompok semut api yang mengambang bersama adalah rekayasa alami yang luar biasa. Para ilmuwan berusaha mengetahui bagaimana semut-semut itu menciptakan rakit yang aman dan tahan lama dari tubuh mereka sendiri.

Dengan rakit itu, mereka dapat menyelamatkan diri dari banjir di habitat asli semut api di Amerika Selatan, sekaligus bermigrasi ke tempat jauh.

Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Nathan Mlot, ahli rekayasa biologi di Georgia Institute of Technology, Amerika Serikat, mengumpulkan semut api di tepi jalan dan memfilmkan serta membekukan semut itu ketika mereka membentuk kelompok apung. Begitu diletakkan ke dalam air di laboratorium, kelompok semut berbentuk bola itu menyebar.

Semut-semut saling berpegangan, menggunakan cakar, rahang, dan bantalan lengket di kaki mereka, yang mengeluarkan cairan minyak, yang membuat mereka dapat melekat pada permukaan licin. Begitu rakit hidup itu jadi, bentuknya menyerupai kue serabi.


Bagian tubuh terluar semut, yang disebut kutikel, bersifat hidrofobik atau penolak air. Permukaan kasar kutikel membuat semut dapat menahan udara di tubuhnya ketika terendam air dan membentuk lapisan plastron.



"Kelompok besar semut api yang saling berpegangan itu memiliki kemampuan anti air yang lebih tinggi, sehingga seluruh anggota kelompok dapat mengambang sekaligus mencegah air memasuki rakit," kata Mlot.

Rakit semut itu memperoleh keuntungan dari tubuh semut yang kecil. "Pada skala milimeter, semut mempunyai kekuatan besar, kecepatan tinggi, dan kemampuan menahan kantong udara ketika terendam air, yang akhirnya membuat rakit mereka antiair," kata Mlot dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. "Kemampuan ini tampaknya hilang pada ukuran yang lebih besar."

Sayang, rakit semut itu punya kelemahan. Rakit akan buyar dan tenggelam bila air diberi sabun atau surfaktan lain yang merusak tegangan permukaan air.







Subhanallah YA...
:)




Aku ingin menjadi istrimu* ( Asma Nadia)

7 Nov 2011


"Bang, aku ingin menjadi istrimu," pintaku pelan.



Tapi lelaki, tempat cintaku berlabuh setahun ini, bagai tak mendengar. Ia terjerat hari-hari yang sibuk. Pergi pagi, dan pulang ketika senja usai. Tak jarang dini hari baru pintu rumahnya terdengar berderit.



Aku tahu, karena hampir tiap malam aku menunggunya. Kesetiaan, yang membuahkan kantung yang menggelap di bawah mataku.



"Kenapa matamu, Nia? Makin hari makin tak bersinar saja. Jangan terlampau sering begadang."



Mama, seperti juga yang lain, tak pernah mengerti alasanku berjaga tiap malam. Tak ada yang memahami apa yang kutunggu. Kecuali Bandi, tempat cintaku bersandar. Ia tak pernah sekalipun menyinggung soal mataku yang kian cekung. Mungkin karena lelaki seperti dia mengerti jerih payah orang yang mencintai. Kesetiaan yang mengalahkan penglihatan fisik.



Tidak seperti pasangan-pasangan lain, dalam angan kebanyakan orang, kami memang berbeda. Kesibukan Bandi menafkahi keluarganya, membuat lelaki itu harus bekerja ekstra keras. Meskipun begitu, pertemuan kami rutin. Walaupun hanya sebentar sekali.



Di luar waktu kerjanya sebagai wartawan, lelaki itu menyempatkan diri menulis cerpen, puisi, resensi, opini, apa saja, untuk banyak media. Komputer, ia belum punya. Itulah mengapa Bandi rajin berlama-lama di kantor.



Dan sebagai pasangan yang setia, aku harus mengerti.



Sosoknya yang pekerja keras, itu yang membuatku makin terpikat. Jatuh hati kian dalam. Lainnya?



"Abang bisa mengetik di rumah. Kapan saja Abang mau. Tak usah sungkan."



Minggu sore itu, dengan baju kurung yang baru selesai dijahitkan Mama semalam, kami berbincang sebentar di teras rumah. Tapi tawaranku yang tak sepenuhnya tulus, hanya karena ingin bersamanya lebih sering, ditolaknya halus.



"Jangan, Nia. Abang pulang dari kantor sudah malam. Tak enak sama orang tuamu.”



Kalimat tegasnya menunjukkan kemandirian, dan mental yang bukan aji mumpung. Bukan tanpa alasan aku menawarinya mengetik, mengingat kami punya lebih dari enam komputer di rumah. Paviliun rumah memang sejak lama aku jadikan rental komputer dan warnet. Meski awalnya tak setuju karena orangtuaku berpikir kami tak kekurangan uang, toh rental yang kukelola kemudian berjalan semakin baik. Uang mengalir, pelanggan puas. Di sisi lain, aku tak pernah lelah menanti Bandi pulang. Tidak masalah apakah ia pulang lebih awal, seperti yang sesekali terjadi, atau bahkan menjelang pagi. Sosoknya yang kukuh dengan ransel hitam di punggungnya, tak pernah terlewat dari mataku.





*****





"Aku ingin jadi istrimu, Bang." bisikku lagi.



Tahun kedua berlalu, dan waktu makin meluruhkan hatiku atas sosok keras bernama Bandi. Lelaki tegap, dengan kulit kecoklatan yang baik hati dan perhatian.



"Pagi-pagi begini sudah buka?"



Aku mengangguk. Menyembunyikan debaran jantung yang gemuruh, dan napas tersengal karena berlari dari kamar, hanya untuk mengejar bayangnya.



"Bang Bandi pun sepagi ini sudah jalan? Biasanya jam tujuh seperempat, kan?"



Lelaki itu tertawa. Giginya yang kecil-kecil berbaris rapi. Memberikan pemandangan yang membuatku jatuh cinta, lagi dan lagi. Perasaan yang membuatku seperti tak pernah merasa cukup mengambil kursus. Kemarin belajar masak, lalu bikin kue, kemudian menjahit, ahh apa lagi? Biarlah, yang penting aku bisa membahagiakan Bandi.



Di depanku lelaki pujaan itu masih tersenyum. Baru kemudian kusadari sesuatu yang membuatku tersipu. Apa kataku barusan? Tujuh seperempat? Ah, pengamatan yang sedetil itu, sungguh memalukan! pikirku terlambat.



Tapi Bandi menutup perasaanku yang tak karuan dengan senyum lebar, dan sebuah buku di tangannya.



"Untukmu, Nia. Belum terlalu lama terbit. Bagus sekali isinya tentang...."



Dan lelaki yang tadi berjalan tergesa-gesa, untuk sesaat seperti lupa bahwa ia sedang memburu waktu. Dengan antusias, kedua tangannya bergerak-gerak, memberiku gambaran sepintas isi buku yang disodorkannya.



Wajahnya yang semangat.



Aku menatapnya, dengan perasaan terjerembab. Kagum dengan sosoknya yang



cerdas, sekaligus merasa beruntung karena aku diberi kesempatan mencintainya.



Hari-hari kami sederhana namun indah. Ia membawakanku banyak buku, yang kubalas dengan setoples kue-kue buatanku sendiri. Begitu indahnya hingga tahun ketiga berlalu. Kemudian terlewat tahun keempat. Selama itu, aku tak pernah lelah mengungkapkan dan menyatakan betapa ingin aku menjadi istrinya.



Bandi tak pernah menjawab keinginanku. Aku menenangkan diri dengan berbagai pikiran positif. Barangkali kesibukan, mungkin ia belum merasa siap, ucapku menghibur hati, setiap kali perasaan ragu timbul.



Tapi kesabaran akan penantian, boleh jadi hanya milikku. Sebab Mama kemudian seperti tak punya kerjaan lain, kecuali memburuku dengan kalimat itu.



"Menikahlah, Nia. Apalagi yang kau tunggu?"



Bandi! Tak ada yang lain. Dan tak bisa yang lain!



Tahun berikutnya, Papa ikut mendesakku.



"Anak Om Hasnan baik, Nia. Kehidupannya pun mapan. Dia direktur termuda, di perusahaan Om Hasnan."



Aku tidak sedikit pun tertarik. Lelaki yang kaya karena cucuran harta orang tua, mana bisa memenangkan hatiku? pikiranku terbawa pada Bandi. Sosoknya, kerja kerasnya, peluh keringat yang tampak jelas masih menempel di dahinya, setiap melintasi jendela kamarku.



Anak Om Hasnan mungkin baik, tapi dia tidak seperti Bandi.



Lalu calon-calon lain disodorkan. Tetapi setiap kali, kepalaku makin terlatih menggeleng dan melahirkan helaan napas putus asa dari Papa.



Mama mendekatiku dengan cara serupa. Menawarkan calon demi calon yang dirasanya pantas, dan mengangkat martabat orang tua.



Tapi selalu saja kutemukan nilai minus pada mereka. Gilang, tak pernah serius. Herry terlalu adventurir, buat seorang Nia yang pecinta rumah. Sementara Agus terlalu matematis.



Cuma Bandi;, yang cerdas dan memiliki sikap merakyat, yang merebut semua nilai plus, bahkan dalam kesederhanaannya.



Cuma Bandi, yang membuatku tak sungkan merendahkan harga diri dengan berkali-kali mengungkapkan harapanku. Tak pernah bosan membisikkan kalimat itu,



“Aku ingin menjadi istrimu,"



Namun seperti yang sudah-sudah, kalimatku hanya terbawa angin, dan menguap tanpa bekas.



Bandi, seperti tak menyediakan tempat, untuk sebuah pernikahan.





*****





“Cinta,”



Suatu hari kudengar kalimat itu dari bibirnya. Jelas, tanpa keraguan.



“Cinta harusnya saling mengerti, hanya dengan menatap. Bukan begitu Nia? Cinta, harusnya tak perlu membuat dua orang kekasih harus saling mengemis. Cinta….”



Ia mendesah. Pandangannya nanar. Aku bisa merasakan kesedihan hatinya hari itu.



Tapi cintaku tak berkata apa-apa lagi. Ia pergi setelah lebih dulu menyodorkan sebuah buku yang membuatku menangis berhari-hari. Sungguh, belum pernah ada kisah asmara yang kubaca dan menorehkan begitu banyak kesedihan, setelah Romeo dan Juliet.



“Bagus sekali, Bang. Nia sampai menangis dibuatnya.”



Bandi hanya tersenyum tipis. Tangannya yang kokoh menerima buku yang kukembalikan. Tuhan, begitu ingin aku bersandar dalam rengkuhannya.



Tapi tangan itu selalu sopan, tak pernah menjamahku.



“Cinta itu menghormati, Nia. Cinta tak saling memanfaatkan.”



Aku mengangguk. Seperti biasa terbius oleh kata-kata Bandi. Terpesona oleh akuratnya kata dan laku lelaki itu.



Bandi tak menyentuhku, bukan tak cinta. Justru karena ia cinta. Bukankah seperti katanya, cinta itu tak kurang ajar? Cinta menghormati?



“Bang, aku ingin menjadi istrimu,” bisikanku mulai bercampur isak. Ahh, betapa inginnya. Kenapa Bandi tak bisa mengerti? Bukankah dua orang yang saling menyinta harusnya saling memahami, hanya dengan memandang?



Lalu bertubi-tubi, kegembiraan yang menyedihkan itu datang.



“Kak Nia, maafkan Ita.”



Aku mengangguk. Meski sesudahnya aku perlu berhari-hari untuk menumpahkan tangis dalam diam di bantalku.



Lalu Riza, Nina, dan terakhir….



“Kak, Linda minta maaf.”



Giliran adik bungsuku meminta. Aku mengangguk. Menahan air mata yang menggayut memberati mataku. Seharusnya aku bahagia, adik-adikku menamatkan kisah cinta mereka lebih dini.



Pernikahan adik bungsuku dirayakan besar-besaran oleh kedua orang tua kami. Seolah Mama dan Papa telah letih, dan memutuskan tak perlu menyimpan sedikit pun tabungan untuk anak mereka yang sulung.



Tapi tahun memang berlalu secepat malam tiba. Aku tak menyadari kapan Mama dan Papa mulai berhenti memintaku menikah. Yang kutahu tak ada lagi nama-nama yang mereka sodorkan padaku. Awalnya hal itu membuatku merasa bebas, ya…bebas menunggu Bandi. Baru kemudian kusadari hatiku yang hempas, anehnya oleh sesuatu yang tak pernah berubah.



Bandi tak berubah sedikit pun. Masih seperti dulu. Pergi jam tujuh seperempat, dan pulang ketika malam tenggelam. Sosoknya pun masih sama, sabar, kuat dan perhatian.



Aku pun tak pernah berubah. Masih menemaninya dengan setia. Berdandan rapi di pagi hari untuk melepasnya ke kantor. Malamnya, menanti kepulangan lelaki itu meski hanya lewat gorden jendela kamarku.



Tidak tahukah Bandi bahwa kedua mataku ini hanya bisa terlelap setelah memastikan sosoknya yang gagah memasuki rumah?



Tapi ketiadaan kemajuan dalam hubungan kami tidak membuatku berhenti meminta. Seperti juga malam itu.



“Bang, aku ingin menjadi istrimu,” kataku pelan dengan air mata meleleh.



Tapi Bandi meski tetap ramah dan baik hati, seperti yang sudah-sudah tak juga menanggapi. Padahal kesabaranku, bakti dan kesetiaanku…. Lalu kue-kue yang selalu berganti resep setiap minggu?



“Bikin kue apalagi sepagi ini, Nia?”



Aku tak menjawab pertanyaan Mama. Sudah pukul tujuh lewat sepuluh. Lima menit lagi Bandi akan lewat, dan aku tak boleh terlambat.



Kakiku bergegas ke pintu depan. Di tanganku, setoples kue coklat bertabur kismis, tampak manis dan menggoda.



Bersyukurlah, dalam kesederhanaan. Dalam ketiadaan. Bersyukur dengan apa yang kita miliki.



Bandi sering mengulang-ulang kalimat itu. Mungkin maksudnya supaya aku tak lagi berulang-ulang mengucapkan kalimat itu, keinginanku untuk menjadi istrinya. Aku mengangguk. Melambaikan tangan pada Bandi yang pagi itu melintas dengan banyak tas di tangan.



Berikutnya adalah hari-hari yang tak kumengerti. Sebab Bandi tak pernah kelihatan lagi. Ia lenyap dan dengan cepat kusadari ketika malam itu hingga azan Subuh bergema, aku tak melihat lelaki tercinta itu memasuki rumahnya.



Perasaan panik serta-merta melanda diriku. Ya Allah, sesuatu mestilah menimpa lelaki terkasih itu.



Tapi, kecuali aku, sepertinya tak ada orang lain yang merasa kehilangan. Bahkan tidak ayah dan ibu, serta adik-adiknya yang enam orang itu.



Aku mulai menangis. Selama beberapa hari bahkan tak ada sesuap nasi pun yang bisa kutelan. Ketika sepekan lewat dan Bandi tak juga kembali, aku menenggelamkan diri dalam kamar. Menguncinya dan tidak membiarkan siapapun mengusik kesedihanku.



Bandi, sesuatu pasti terjadi pada dia! batinku tak mungkin dibohongi. Keluarga Bandi pastilah hanya menghibur ketika mengatakan lelaki itu mendapatkan pekerjaaan dengan gaji besar di luar negeri. Tidak mungkin Bandi tak mengabarkan padaku informasi sepenting itu. Bukankah aku cintanya, seperti dia cintaku?



Setiap hari, kuhabiskan waktu dengan meringkuk di kamar, sementara mataku terus terpaku, mengintip dari balik gorden, mencari-cari bayangan Bandi yang bisa kapan saja datang, mungkin dalam keadaan terluka. Oh Tuhan!



Kedua mataku terasa penat karena terlalu banyak menangis dan berjaga. Aku tak lagi ingat makan, mandi, bahkan tak peduli sama sekali dengan kelangsungan rental yang kurintis. Bandi lebih penting dari itu semua!



Mama dan Papa serta adik-adikku tentu saja terlihat sedih. Tapi mereka sama sekali tak paham apa yang kurasa. Gelombang kepedihan, perasaan hampa, seolah hampir seluruh nyawaku tercerabut, membuatku tak memiliki keinginan melakukan apapun.



Syukurnya, melewati tiga bulan dalam masa-masa berduka, setitik harapan muncul.



Bandi tak apa-apa. Perasaanku mengatakan dia masih hidup, dan bisa pulang kapan saja. Mungkin sebentar lagi.



Lalu tubuhku dirasuki tenaga baru. Hari itu kuputuskan keluar kamar. Sinar matahari yang selama ini kumusuhi, segera saja menyipitkan mataku. Tapi kegembiraan meledak-ledak, mengalahkan semua keengganan.



Cepat, seperti tak ingin kehilangan waktu, aku mengambil baju yang paling baik yang kupunya, lalu berlari ke kamar mandi. Menyeka tubuhku keras-keras dengan spon sabun, hingga bersih dan dipenuhi aroma harum sabun. Selepas mengenakan baju, kusemprotkan minyak wangi, lalu berhias secantik mungkin.



Orang-orang yang tak mengerti mengatakan bedakku terlalu tebal. Aku hanya mencibir. Mereka tak memahami sosok istimewa yang kunanti.



Tapi hari itu Bandi belum pulang. Tak apa. Yang penting adalah aku selalu siap, jika ia sewaktu-waktu datang. Bajuku harus rapi, tubuhku harus wangi, rambutku harus selalu dikeramas tiap hari. Bedak, sedikit lipstik kucoretkan dibibirku yang akhir-akhir ini sering pecah-pecah. Aku tak ingin ada yang terlewat. Semua harus sempurna, ketika Bandi pulang nanti.



Lelaki itu sudah pergi lama, ia pasti kangen padaku. Pada canda tawa kami, pada hubungan sederhana namun indah yang selama ini terjalin. Ia juga pasti rindu dengan kue-kueku. Ya Tuhan, sudah berapa lama aku tak lagi membuat kue-kue dan menaruhnya di toples, untuk Bandi?



Maka sejak hari itu, telah kutekadkan, supaya tak ada hari berlalu tanpa kue-kue baru yang kubikin. Bukankah sebentar lagi tahun baru tiba, dan Bandi mungkin akan pulang?



Ketika tahun baru lewat, dan aku menunggui Bandi di depan pagar rumah kami hingga kedinginan, Mama menyelimuti tubuhku yang menggigil dengan selimut. Tapi aku tetap menunggu.



Mungkin Bandi akan pulang ketika musim liburan. Mungkin bulan puasa tahun depan. Hmm, tidak! Aku tersenyum. Bandi akan pulang lebaran tahun depan, pasti!



Pikiran itu membawa langkahku ke ruang dalam. Bukan ke kamar seperti harapan kedua orang tuaku. Pikiranku padat oleh banyaknya pekerjaan yang akan menungguku sampai Bandi pulang nanti. Membuat kue-kue kesukaan lelaki tercinta itu. Juga baju baru. Sambil tanganku sibuk mengaduk adonan tepung terigu bercampur gula, keju dan entah apa lagi, pikiranku mengembara. Mengenang Bandi. Betapa rindunya.



Besok dan besoknya lagi, kesibukan yang sama menungguku. Kue-kue dan jahitan baju baru. Setiap hari. Aku ingin siap ketika Bandi pulang. Aku ingin rapi, ingin cantik.



Sedikit pun tak ada kesangsian akan kesetiaan Bandi padaku. Meski terdengar kabar Bandi telah menikah, atau Bandi sudah betah di luar negeri dan tak ingin kembali, aku tak pernah percaya.



Suatu hari Bandi akan pulang dan memenuhi permintaanku untuk menjadi istrinya. Seperti yang selama ini selalu kubisikkan dalam hatiku menjelang tidur.



“Bang, aku ingin menjadi istrimu.”



Dan aku tahu, Bandi mengerti perasaanku sepenuhnya. Permintaanku.



Sebab cinta harusnya saling mengerti, hanya dengan memandang. (Bukan begitu Nia?) Cinta, harusnya tak perlu membuat dua orang kekasih saling mengemis. Cinta….



*Seperti apa kisah Nia nantinya???* Al-Mahbubah juga penasaran.



* diambil dari kumpulan cerpen: Aku Ingin Menjadi Istrimu, Asma Nadia(Asma 'Rani' Nadia) dan Birulaut(Andi Biru Laut), Lingkar Pena 2004


http://www.facebook.com/AsmaraniRosalba

http://www.facebook.com/andybirulaut




Keluarga Kecil Dalam Kereta

2 Nov 2011

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaykum yaa shohabah fillah

Senyum Salam Sapa Semangaaat.. ^_^

By:: Dzikraa Al-Muqiin



Tidur pulas…..

Itu hal yang tertancap di pikiranku ketika mau naik kereta Senja Solo. Maklum diriku berpikiran demikian, karena seharian penuh ini full kegiatan dan belum istirahat.


Jadi, 12 jam kedepan akan kumanfaatkan dengan istirahat di kereta. Walaupun ujung-ujungnya tetep aja ada rasa capek karena perjalanan.


Malampun semakin larut, deru kereta semakin kencang meninggalkan ibu kota tercinta.

Diseberang tempat dudukku, dengan bahagianya seorang akhwat menimang-nimang bayinya. Mungkin niatnya untuk menidurkannya. Hari memang sudah malam.

Bayinya di tidurkan di kursi kereta, sedangkan ibunya duduk di bawah depan kursi.

Sungguh, sebuah pengorbanan seorang ibu yang luar biasa. Demi kenyamanan bayinya, dia rela duduk di lantai kereta.

Sempat kupikir,” dimana suaminya?”

Kok tega banget suaminya membiarkan ibu dan bayi kecil itu berpetualang dalam perjalanan yang lumayan lama di dalam kereta.


“Ah, itu bukan urusanku. Itu urusan keluarga mereka.”

tak berapa lama dirikupun terlelap seiring alunan deru kereta memecah malam.

Suasana panas membangunkan diriku. Ternyata kereta sedang berhenti. Entah dimana itu.

Kutengok jendela, semua gelap. Dan kuperhatikan penumpang lain, masih banyak yang terlelap.

Begitu pula dengan bayi mungil kursi seberang, masih nyaman dengan tidurnya. Tapi ada yang berbeda kali ini. Disampingnya sudah duduk seorang pria yang baru kulihat.

”Mungkinkah itu ayahnya??”

Ternyata benar. Menjelang shubuh, satu keluarga itu bangun semua. Bergantian ayah ibu muda itu menggendong dan menimang bayinya.

Sambil menyuapkan susu botol ke mulut bayinya, bibir akhwat tadi tak berhenti berkomat kamit. Entah mendendangkan sebuah lagu, atau mungkin juga dia berdzikir.

Disebelahnya ayahnya sibuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Beliau sholat shubuh sambil duduk.

Tak berapa lama mereka tukar posisi. Sang ayah yang menemani puteranya, sedangkan sang ibu asyik berbincang-bincang dengan Allah Ta'ala.


Subhanallah, sebuah kerja sama yang luar biasa.

Mereka tetap melaksankan kewajiban dimana saja mereka berada.

Perjalanan jauh, bayi mungil yang harus dijaga, dan kondisi kereta yang seadanya tidak menghalangi untuk menghadap Sang Penguasa.

Disaat penumpang masih asyik dengan kemalasan, mereka telah menyegerakan diri untuk menghidupkan hari.

Akupun tak mau kalah.

”di kamar mandi, airnya masih ada ga ya??” gumamku.

Ah, nekat aja lah. Semoga masih ada.

Dan Alhamdulillah air masih cukup. Bisa buat buang air kecil dan berwudhu.

Dan sholat shubuh pun terlaksana. Pengennya sih sholat shubuh di darat, tapi kelihatanyya masih sangat lama untuk sampai ke tujuan. Bisa-bisa malah kesiangan dan dosa yang akan kudapat karena melalaikan kewajiban.


Sehabis sholat di kala bibir masih sibuk dengan lantunan dzikir, mataku melayang memantau seluruh gerbong kereta.

Dan betapa terpukaunya diriku kulihat keluarga kecil tadi kembali memberi pelajaran bagiku.

”Subhanallah, ayah dan ibu muda itu kini sibuk dengan mushaf masing-masing.”

Bayi mungil pun seolah-olah tahu bahwa saat-saat itu memang jadwal orang tua mereka untuk tilawah. Bayi itupun tidur pulas di atas kursi.

Sang ayah duduk disamping bayi terlihat khusyu membaca kalam Illahi. Sedangkan sang ibu juga tak kalah bersemangat dengan mushafnya, dia duduk di lantai kereta.

Cukup lama mereka berakivitas dengan al quran.


Akupun yakin bahwa tilawah quran setelah shubuh adalah salah satu kebiasaan mereka setiap harinya. Sehingga dimanapun mereka berada, selalu berusaha untuk melaksanakan kebiasaan itu. Kebiasaan yang sangat bagus. Dan bisa jadi itu adalah salah satu amal unggulan yang senantiasa mereka jaga.

Trus, apakah kita sudah punya amal unggulan yang bisa kita banggakan ketika Allah menghisab perbuatan kita di hari kiamat nanti??


Subhanallah, luar biasa apa yang dilakukan keluarga kecil tersebut. Sebuah pelajaran berharga bagiku.

Kerjasama suami dan istri dalam merawat buah hati.

Kerjasama suami istri untuk tetap beribadah pada Allah

Dan keja sama suami istri untuk memanfaatkan setiap saat untuk terus ingat padaNya.

Kadang akupun malu pada diriku sendiri.


Mereka saja yang sudah punya amanah berupa bayi mungil masih sempat beribadah dengan luar biasa.

Sedangkan kita ????



..:: WALLAHU ‘ALAM ::..


" Subhanallah kisah yang memberikan kita banyak pelajaran, smoga kita bisa lebih termotifasi" Al-Mahbubah

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/

http://www.facebook.com/notes/strawberry/keluarga-kecil-dalam-kereta/10150433847410180





Semua Mengesankan...

28 Okt 2011
Assalamau'alaikum Wr. Wb.

Jum'at yang sedikit mendung,..
Teringat masa-masa sekolah. Pengalaman adalah guru yang paling baik itu sangatlah benar...
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN @Villa DE'ROSSA 13-16 Des 2010 adalah salah satu kegiatan yang pernah saya ikuti semasa sekolah...
Selain ilmu, sahabat dan teman baru pun bertambah... Kebetulah saat itu 1 villa hanya di isi 3 kota. aja...( coba se-Jabar.. pasti lebih seruuuuu... )

Salam kangen buat SMKN 1, 2 Tasikmalaya, SMKN 2 Banjar, tentunya teman-teman SMKN 1 Kota Bekasi, dan SMKN Bekasi yang lainnya juaga para guru dan pembimbing kami Pak Sugiyo, Pak andri Sarangih, Pak sangavan ivan dan yang ga bisa saya sebutkan satu persatu (lupa-lupa ingat heee)
.... smoga di lain kesempatan kita bisa kumpul lagi ya.. :)

Memang bukan ahlinya menulis dan merangklai kata-kata, semua murni terlontar begitu saja...
sekedar mengenang saja.. semua yang sudah berlalu hanya bisa di kenang toh... kalu bisa di ulang ya .... we'll be back...

Dokumentasi kenangan ...





Perjalanan kita masih panjang... :)
Thanks all...

NB: mohon maaf apabila ada yang tidak disebutkan atau terlewat, tidak ada unsur kesengajaan. Salam Buat semua ^_^




Jemput Aku Menjadi Bidadarimu Dunia Akhirat


`PRSEMBAHAN UNTUKMU YANG DI NANTI`

Bismillahirrohmanirrohiim.,.

Seperti api yang menemukan kayu
Membakar dan menghanguskan.
Seperti panas yang mencairkan batuan es.
Hingga dingin itu menjadi salju.
Seperti ombak yang menghantam karang.
Tak bergeming,tapi pasti akan terkikis.
Sedikit, demi sedikit.
Menghujam sanubari.
Dan terasa resah yang menyesak saat nafsu membisikkan untuk sekedar menatap.
Untuk sekedar menyapa.
Untuk sekedar berbicara.


Di sini ada hati yang terkapar.
Karena sikap yang tanpa sengaja membuat hatiku selalu gundah.
Ada yang salah dengan imanku.
Karena aku mulai tergoyahkan dengan apa yang ku pandang indah.
Ada yang mengganggu keteguhan imanku.
Karena aku mulai berkhayal ada bahu itu untuk bersandar.
Jika ini jatuh cinta.
Cukup satu yang bisa ku yakinkan.
Jatuh itu sakit.
Dan tentang sikap yang membuatku resah ini memang begitu sakit.


Semoga aku bisa melabuhkan cintaku hanya karena ALLOH.
Biarlah aku terus merasa jatuh.
Tapi aku akan bangkit untuk membangun cinta.
Cinta yang bisa menggapai surga.


Seorang ikhwan melintas dalam angan.
Tundukkan pandangan dan sikapku dengan Hijab ini
Agar rasa ini terjaga dengan dzikirMu.
Agar rasa ini menjadi halal setelah akad itu terucap.
Agar rasa ini menjadi indah pada masanya.


Tautkanlah hati kami dalam indahnya mencintai karenaMU.
Agar rasa ini menentramkan dan menyejukkan.
Agar rasa ini mengantarkanku menjadi bidadari dalam taman iman yang di
penuhi wangi bunga surga.
Pertemukan rasa kami dalam ridhoMU.
Setelah lelah menahan apa yang membuat resah.
Jika dia memang sebaik – baik pakaian untukku.


Pangeran berkuda putih dalam imajinasiku itu adalah seorang mujahid yang akan menyelamatkan kegundahan hatiku.
Dengan segenap kemampuan yang ALLOH berikan, mujahid itu akan segera menemukanku dan datang menjemputku.
Karena diriku adalah belahan jiwanya.
Karena diriku adalah bidadari dalam hatinya.
Karena aku adalah pakaian untuknya.
Karena aku adalah wanita pendamping hidup yang di ciptakan ALLOH untuk menemani perjuangannya menemukan tujuan hidup
Tujuan untuk hidup mulya atau mati syahid di jalan ALLOH.




ChaLans Creative " be entrepreneur"

26 Okt 2011




Assalamu'alaikum sobat...
Harusnya dari dulu nih promo disini (loch?? sekalian promo heee), tapi gpp...
New Inovation Accesories,,, biasanya kerajinan yang kita temukan dari bahan flanel itu biasanya gantungan Hp, Tas, tempat HP, tempat pensil, pin... nah... ini trobosan terbaru.
BAJU PENSIL.. nah loch.. pensil ko di bajuin????
heee kasian biar ga kedinginan....
ide Creative ini muncul waktu beliin ade pensil, harganya murah (maklum ga punya doku saat itu) :D "curhat" ... kualitas barangkan sesuai dengan harga. sekilas pensil murah ato mahal ga ada beda nya.. namun yang membuat menarik adalah motive dari pensil itu... tercetus lah ide membuat Baju Pensil... meskipun pensilnya murah tp jadi terlihat mahal... :D
ya yang harganya Rp. 1000,- terlihat jd seperti pensil harga Rp. 10.000,- :) ....
10 x lipat DAHSYAT kan??

peluang usaha bisa kita ciptakan dari hal-hal yang kecil... yang ada disekeliling kita bisa kita manfaatkan untuk menjadi pendorong dan pendukung usaha kita. asal ada kemauan, kreatifitas and action.. ah kalian pasti lebih faham ...

Bisa dilihat contoh2'y pada gambar.. motive nya banyak loch.. beraneka ragan & lucu2 :) ...
bisa juga di buka ling FB :
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.126475760698516.19884.100000082775387&type=3
album ini menyimpan beberapa koleksi hasil karya ChaLans Creative ... :)
Boleh ditiru :) tapi modivikasi yoo....

smoga memberikan inspirasi baru, YANG MUDA YANG BERBISNIS, be entrepreneur... :)




Mapan dulu atau Nikah dulu ??


Assalamu'alaikum...

Sebelumnya, catatan ini mungkin sudah tidak asing lagi penggemar artikel islami. Sengaja di kutip ( Saya lupa pembuatnya, mohon di maafkan dan izin share artikelnya penulis ^_^ ) kembali sembari mengingt apa isi dan makna yang sudah dibaca... :)

Selamat membaca semoga bermanfaat.

Bismillahirrahmanirrahim..

Terinspirasi dari sebuah buku “ 7 keajaiban Rezeki “ dari Ippho Santosa ( saya rekomendasikan buku ini bagi kamu, top abis deh ), saya menemukan sesuatu yang menarik didalamnya yang tak jauh dari masalah pernikahan.

Kemapanan sebelum menikah tentunya sangat diidam-idamkan oleh wanita maupun laki-laki, hmm..apalagi yang namanya laki-laki, banyak yang gak mau nikah karna belum mapan. Dan uniknya, ini karna doktrin dari para wanita, karna wanita ingin laki-laki yang mapan sebelum menikah agar pernikahannya lancar. Lah nikah karna cinta apa karna kemapanan sih aslinya ??

Susahnya lagi bukan hanya pasangan yang ingin menikah saja yang memikirkan hal ini, tapi orang tua mereka pun seolah tak mau ketinggalan dalam masalah ini. Yang paling menarik ketika orang tua justru berbicara mempesimiskan dan jauh dari keyakinan rezeki dalam kendali Allah, ‘ Belum mapan udah mau nikah, emangnya mau makan batu ?? ‘ wow, telak kena di hati.

Bisa jadi karna pikiran kamu terlalu sempit tentang rezeki atau ketidakpahaman bahwa Allah sudah mengatur rezeki pada diri masih-masing makhlukNya, sayangnya pemahaman sederhana pun tidak diandasi sikap yakin dan percaya bahwa Allah selalu akan memudahkan jalan bagi orang-orang yang ingin mengikuti sunnah Rasulullah Alaihi Wasallam.

Mapan..ukuran kemapanan dari kamu mungkin berbeda-beda. Ada yang sebelum punya rumah belum mapan, belum kerja berarti belum mapan. Kalo nunggu itu semua, terus kapan ada pikiran nikah, sedangkan hal dunia seperti itu tak bisa langsung didapatkan harus menanti proses.

Sudah banyak yang membuktikan bahwa mapan sebelum menikah tidaklah menentukan sebuah rezeki setelah menikah, justru banyak yang telah menikah membuktikan setelah menikah rezeki begitu mudah mengalir. Tidak ada yang tahu rezeki kamu itu seberapa , lalu kenapa kamu takut menikah jika kamu masih memikirkan harta dunia??

“ Kamu itu belum punya apa-apa, istrimu nanti mau kamu kasih makan apa ?? Batu ?? “ Perkataan ibu ku membuatku tertunduk, namun aku yang masih kuliah ini tetap menginginkan untuk menikah.

“ Masa iya Allah tega ngelihat hambaNya makan batu Bu “ aku masih membela diri.

“ Sudahlah Nak, kuliah dulu yang bener terus cari kerja baru mikirin nikah “

“ Umur berapa tuh Bu, kalo aku gak dapet kerja, gak nikah-nikah donk !!??

“ Pasti nikah Nak, tapi tunggulah sampai kamu benar-benar bisa mencukupi keluargamu nanti “

“ Saat ini juga aku ngerasa mampu kok Bu, aku bisa kuliah sambil jualan, calon istriku juga pasti mau ngertiin aku “

“ Ya sudahlah nak, itu terserah kamu “

Kisah di atas adalah sebuah pengalaman nyata dari seorang Sahabat, nyatanya dan Faktanya ketika mereka menikah, mereka tidak sampai makan batu tuh. Mereka malah sekarang bisa buka usaha sendiri dan tentunya karna mereka percaya dengan rezeki dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan bukan hanya satu pasangan yang meyakini hal ini, banyak pasangan nikah muda yang sudah merasakan keajaiban rezeki setelah menikah.

So..bagaimana denganmu Kawan ??

^_^

Wallahua’lam bish Shawwab






Efek foto Arsiran pencil

22 Sep 2011
Waktu kecil kita mungkin sudah melakukan kegiatan menggambar salah satunyayaitu mengarsir (membuat arsiran gambar), setelah kemarin kita belajar efek sketsa artistiksesuai dengan judul kita kaliini yaitu efek foto arsiran maka Tutorial Photoshop kali ini kita akan belajarefek arsiran pensil sehingga gambar terlihat seperti draft arsiran denganmenggunakan pensil. Tidak perlu membeli pensil 2B atau sejenisnya karena yangkita butuhkan hanya Komputer dengan program Adobe photoshopnya



Langkah - Langkahnya tutorialnya:

1. Buka Program Photoshop anda, dan masukkan gambar (CRTL + O kemudian pilihfile gambar) yang akan diedit dengan photoshop .



Almahbubah


2. Duplikat layer sehingga kita mempunyai 2 layer (background dan layer 1)
untuk menduplikat layer tekan CTRL + J , setelah itu tekan CTRL + SHIFT + Uuntuk membuat warnanya Desaturate (hitam - putih)
jika benar maka anda akan mendapatkan hasil seperti ini:



3. Duplicat layer 1 dengan menekan CTRL + J dan kita akan mendapatkan layerbaru bernama "layer 1 copy"
Setelah itu tekan CTRL + I untuk meng-Inverse gambar , hasilnya:




4. Ubah mode pada Layer 1 copy ke mode : Color Dodge , dan gambar akan menjadiputih tapi janganlah khawatir karena itu langkah yang benar



setelah itu klik Filter > Blur > Gaussian Blur
disini saya menggunakan Radius 1.0 , anda bisa berkreasi dengan mencoba setting lainnya



5. Duplicat gambar original (background layer) dengan menekan CTRL + J laludrag and drop Background copy ke bagian layer paling atas



Masih di Layer "Background copy" Kemudian tekan CTRL + SHIFT + Uuntuk membuat warnanya Desaturate (hitam - putih)
berikan effect noise dengan Filter > Noise > Add Noise




6. Tambahkan efek Filter & Brush Strokes &; Angled Strokes



nah langkah terakhir adalah mengubah modenya menjadi Multiply , dan set opacitysesuai selera, disini saya set:



hasilnya kurang lebih seperti ini:



efek foto arsiran pensil (pencil color)
Selamat Mencoba kawan, semoga bermanfaat, dan jngn lupa tinggalkan jejak dengan memberikan sedikit komentar, :) terima kasih




Membuat Shortcut pada Corel Draw

teman... bagi pemula yang mau belajar corel.. ini ada bbrapa  Shorcut Keys yang mudah d pelajari.



Berikut ini adalah daftar Shortcut Keys standard pada corel :


Menu Shortcut Keterangan
Align Bottom
B
Aligns selected objects to the bottom
Align Centers Horizontally
E
Horizontally aligns the centers of the selecte Objects
Align Centers Vertically
C
Vertically aligns the centers of the selected objects
Align Left
L
Aligns selected objects to the left
Align Right
R
Aligns selected objects to the right
Align To Baseline
Alt+F12
Aligns text to the baseline
Align Top
T
Aligns selected objects to the top
Artistic Media
I
Draws curves and applies Preset, Brush, Spray, Calligraphic or Pressure Sensitive effects to the strokes


Daftar di atas sedikit banyak sudah saya Customize, dan saya juga akan menerangkan cara mengcostumize Shortcut Key tersebut
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Pertama Klik menu Tools lalu klik pada Option seperti pada gambar dibawah ini


Atau tekan Ctrl+J pada keyboard.
Setelah itu akan keluar jendela seperti gambar dibawah ini


2. Expand Workspace(klik pada segitiga kecil didepan tulisan Workspace) Seperti yang saya tandai merah nomor satu pada gambar dibawah

Expand Customization seperti yang bertanda merah nomor 2 lalu klik Commands maka jendela tadi akan terlihat seperti gambar dibawah



Expand Workspace(klik pada segitiga kecil didepan tulisan Workspace) Seperti yang saya tandai merah nomor satu pada gambar dibawah Expand Customization seperti yang bertanda merah nomor 2 lalu klik Commands maka jendela tadi akan terlihat seperti gambar dibawah.

Biasanya yang terlihat adalah menu General, klik di Shortcut Keys disebelah kanan General pilih submenu atau menu apa yang akan diberi shortcut setelah itu isi pada kolom New Shortcut Key sesuka hati klik Assign(jika di dalam kolom “Currently assigned  to:” keluar tulisan maka Shortcut yang kita masukan sudah terpakai, jadi mohon untuk diganti) setelah meng-klik tombol Assign tadi maka pada kolom Current Shortcut Keys akan keluar Shortcut yg kita masukan tadi.


Nhah demikian itu agar kita tidak terlalu banyak menggunakan waktu, cepat itu menyenangkan.

Saran saya buatlah Shortcut Keys pada menu-menu yang sering kita pakai saja untuk mempermudah penghafalan shortcut tersebut, dan setelah selesai membuat shortcut dengan langkah seperti diatas ada baiknya kita me-restart corelDRAW kita.

ada tambahan nih....
+ Shortcut Untuk Corel Draw
Break Apart ===> Ctrl+K
Combine ===> Ctrl+L
Contour ===> Ctrl+F9
Copy ===> Ctrl+C
Copy ===> Ctrl+Insert
Duplicate ===> Ctrl+D
Ellipse ===> F7
Envelope ===> Ctrl+F7
Export... ===> Ctrl+E

Find Text... ===> Alt+F3
Format Text... ===> Ctrl+T
Freehand ===> F5
Full-Screen Preview ===> F9
Graph Paper ===> D
Group ===> Ctrl+G
Import... ===> Ctrl+I
Lens ===> Alt+F3
New ===> Ctrl+N
Open... ===> Ctrl+O
Options... ===> Ctrl+J

Paste ===> Ctrl+V
Paste ===> Shift+Insert
Polygon ===> Y
Position ===> Alt+F7
Print... ===> Ctrl+P
Rectangle ===> F6
Repeat ===> Ctrl+R
Rotate ===> Alt+F8
Save... ===> Ctrl+S
Scale ===> Alt+F9
Spell Check... ===> Ctrl+F12
Spiral ===> A

Text ===> F8
Undo ===> Ctrl+Z
Undo ===> Alt+Backspace
Ungroup ===> Ctrl+U
Visual Basic Editor... ===> Alt+F11
What's This? ===> Shift+F1

Align Bottom ===> B
Align Centers Horizontally ===> E
Align Centers Vertically ===> C
Align Left ===> L
Align Right ===> R
Align To Baseline ===> Alt+F12
Align Top ===> T
All Small Capitals ===> Ctrl+Shift+K
Artistic Media ===> I

Back ===> Ctrl+PgDn
Bold ===> Ctrl+B
Brightness/Contrast/Intensity... ===> Ctrl+B
Bring up Property Bar ===> Ctrl+Return
Bullet ===> Ctrl+M

Change Case... ===> Shift+F3
Center ===> Ctrl+E
Center to Page ===> P
Color Balance... ===> Ctrl+Shift+B
Color ===> Shift+F12
Color ===> Shift+F11
Convert ===> Ctrl+F8
Convert To Curves ===> Ctrl+Q
Convert Outline To Object ===> Ctrl+Shift+Q
Cut ===> Ctrl+X
Cut ===> Shift+Delete

Delete ===> Delete
Delete Character to Right ===> Delete
Delete Word to Right ===> Ctrl+Delete
Distribute Bottom ===> Shift+B
Distribute Centers Horizontally ===> Shift+E
Distribute Centers Vertically ===> Shift+C
Distribute Left ===> Shift+L
Distribute Right ===> Shift+R
Distribute Spacing Horizontally ===> Shift+P
Distribute Spacing Vertically ===> Shift+A
Distribute Top ===> Shift+T
Drop Cap ===> Ctrl+Shift+D

Edit Text... ===> Ctrl+Shift+T
Exit ===> Alt+F4
Eraser ===> X

Font List ===> Ctrl+Shift+F
Font Size Decrease ===> Ctrl+NUMPAD2
Font Size Decrease ===> Ctrl+NUMPAD2
Font Size Increase ===> Ctrl+NUMPAD8
Font Size Increase ===> Ctrl+NUMPAD8
Font Size List ===> Ctrl+Shift+P
Font Size Next Combo Size ===> Ctrl+NUMPAD6
Font Size Next Combo Size ===> Ctrl+NUMPAD6
Font Size Previous Combo Size ===> Ctrl+NUMPAD4
Font Size Previous Combo Size ===> Ctrl+NUMPAD4
Font Weight List ===> Ctrl+Shift+W
Force Full ===> Ctrl+H
Forward One ===> Ctrl+PgUp
Fountain ===> F11
Full ===> Ctrl+J

Graphic and Text Styles ===> Ctrl+F5

HTML Font Size List ===> Ctrl+Shift+H
Hand ===> H
Horizontal Text ===> Ctrl+,
Hue/Saturation/Lightness... ===> Ctrl+Shift+U

Insert Character ===> Ctrl+F11
Interactive Fill ===> G
Italic ===> Ctrl+I

Left ===> Ctrl+L
Linear ===> Alt+F2

Mesh Fill ===> M
Micro Nudge Down ===> Ctrl+DnArrow
Micro Nudge Left ===> Ctrl+LeftArrow
Micro Nudge Right ===> Ctrl+RightArrow
Micro Nudge Up ===> Ctrl+UpArrow
Move Down 1 Frame ===> PgDn
Move Down 1 Line ===> DnArrow
Move Down 1 Paragraph ===> Ctrl+DnArrow
Move Left 1 Character ===> LeftArrow
Move Left 1 Word ===> Ctrl+LeftArrow
Move Right 1 Character ===> RightArrow
Move Right 1 Word ===> Ctrl+RightArrow
Move Up 1 Frame ===> PgUp
Move Up 1 Line ===> UpArrow
Move Up 1 Paragraph ===> Ctrl+UpArrow
Move to Beginning of Frame ===> Ctrl+Home
Move to Beginning of Line ===> Home
Move to Beginning of Text ===> Ctrl+PgUp
Move to End of Frame ===> Ctrl+End
Move to End of Line ===> End
Move to End of Text ===> Ctrl+PgDn

Navigator ===> N
Next Page ===> PgDn
None ===> Ctrl+N
Nudge Down ===> DnArrow
Nudge Up ===> UpArrow
Nudge Left ===> LeftArrow
Nudge Right ===> RightArrow

Pan Down ===> Alt+DnArrow
Pan Left ===> Alt+LeftArrow
Pan Right ===> Alt+RightArrow
Pan Up ===> Alt+UpArrow
Pen ===> F12
Previous Page ===> PgUp
Properties ===> Alt+Return

Redo ===> Ctrl+Shift+Z
Refresh Window ===> Ctrl+W
Right ===> Ctrl+R

Size ===> Alt+F10
Save As... ===> Ctrl+Shift+S
Select Down 1 Frame ===> Shift+PgDn
Select Down 1 Line ===> Shift+DnArrow
Select Down 1 Paragraph ===> Ctrl+Shift+DnArrow
Select Left 1 Character ===> Shift+LeftArrow
Select Left 1 Word ===> Ctrl+Shift+LeftArrow
Select Right 1 Character ===> Shift+RightArrow
Select Right 1 Word ===> Ctrl+Shift+RightArrow
Select Up 1 Frame ===> Shift+PgUp
Select Up 1 Line ===> Shift+UpArrow
Select Up 1 Paragraph ===> Ctrl+Shift+UpArrow
Select all objects ===> Ctrl+A
Select to Beginning of Frame ===> Ctrl+Shift+Home
Select to Beginning of Line ===> Shift+Home
Select to Beginning of Text ===> Ctrl+Shift+PgUp
Select to End of Frame ===> Ctrl+Shift+End
Select to End of Line ===> Shift+End
Select to End of Text ===> Ctrl+Shift+PgDn
Shape ===> F10
Show Non-Printing Characters ===> Ctrl+Shift+C
Snap To Grid ===> Ctrl+Y
Style List ===> Ctrl+Shift+S
Super Nudge Down ===> Shift+DnArrow
Super Nudge Left ===> Shift+LeftArrow
Super Nudge Right ===> Shift+RightArrow
Super Nudge Up ===> Shift+UpArrow

Text ===> Ctrl+F10
To Back ===> Shift+PgDn
To Front ===> Shift+PgUp
Toggle Pick State ===> Ctrl+Space
Toggle View ===> Shift+F9

Underline ===> Ctrl+U

Vertical Text ===> Ctrl+.
View Manager ===> Ctrl+F2

Zoom ===> Z
Zoom Out ===> F3
Zoom One-Shot ===> F2
Zoom To Fit ===> F4
Zoom To Page ===> Shift+F4
Zoom To Selection ===> Shift+F2

Selamat menikmati kecepatan...
Mudah Bukan, Selamat Mencoba...
Selamat mempelajari...
Semoga menyenangkan.. :)




9 Binatang Mendapat Jaminan Surga

28 Agu 2011
Assalamualaikum, wr wb, Salam hangat buat kita smua, mkasih yg masih bersedia mampir di blog ukhty, smoga smakin sering mampir, biar blognya makin naik pringkat, hehe :). hmmm, kali ini ukthy mau berbagi cerita nih, sesuai dngan temanya, 9 Binatang Mendapat Jaminan Surga, k'lo kita perhatikan dari tema, ternyata binatang aja bisa masuk surga masa kita sebagai manusia kalah dngan binatang, k'lo kita harus masuk neraka naudzubillah, hmm, ayo smangat dalam menjalankan ibadah, biar kita bsa masuk surga smua, amin Allahuma amiiinn. K'lo kemarin ukthy udah pernah cerita tentang 10 sahabat Rasullullah yg mendapat jaminan masuk surga sekarang ada 9 binatang yg juga mendapat jaminan masuk surga, mau tau binatang apa aja ?? langsung aja simak, tapi inget ya jngn lupa dengan komentarnya.. :) Oh iya, maaf kisahnya hanya seperlunya saja, jadi mohon di maklumi, k'lo ada yg mau nambahin silahkan posting di komentarnya, :)

1. Untanya Nabi Saleh A.s

... Mereka menambah lagi, “Coba kamu keluarkan seekor unta dari batu besar itu,” kata mereka sambil menunjuk ke arah sebuah batu besar sambil tersenyum sinis. Mereka juga telah menerangkan sifat-sifat unta yang dikehendaki.
Kaum Tsamud cukup yakin bahawa Nabi Saleh tidak mampu memenuhi permintaan mereka itu. Sebaliknya Nabi Saleh menjawab dengan tenang.
“Baiklah, sekiranya aku dapat memenuhi permintaan kamu itu, adakah kamu akan beriman kepada Allah dan menerima ajaranku? Adakah kamu akan mengaku bahawa aku adalah utusan Allah?”
“Baiklah, kami akan beriman kepada Allah dan akan menerima segala ajaran kamu,” jawab mereka.
Setelah satu persetujuan dimeterai, maka Nabi Saleh telah menunaikan solat. Baginda memohon kepada Allah agar mengkabulkan permintaannya seperti yang dituntut oleh kaum Tsamud. Baginda juga berdoa semoga kaum itu akan kembali ke jalan yang benar selepas melihat bukti tersebut.
Allah Maha Berkuasa. Dengan sekelip mata sahaja Allah telah mengkabulkan doa Nabi Saleh. Batu besar tadi telah merekah dan terbelah. Lalu keluarlah seekor unta betina yang besar. Unta itu mempunyai semua sifat yang disebutkan oleh kaum Tsamud.
Maka, tercenganglah semua kaum Tsamud yang melihat kejadian itu. Sebahagian daripada mereka mula mengakui kenabian Nabi Saleh. Salah seorang daripada mereka ialah seorang pemimpin kaum Tsamud yang bernama Junda bin Amru. Akan tetapi, sebahagian yang lain masih enggan beriman. Mereka tetap degil dan sombong.

2. Anak Sapinya Nabi Ibrahim A.s

Berdasarkan Surah Ad-dzariyat :

“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaama".
Ibrahim menjawab: "Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal." Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.
Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: "Silahkan anda makan." (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu takut", dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).” (QS. Adz Dzariyat: 24-30)

3. Kambing Gibasnya Nabi Ismail A.s

...Nabi Ibrahim yang dikatakan memiliki kekuatan 40 kali manusia biasa, dengan pisau yang tajam, maka menyembelih anaknya (Ismail) dan Allah melihat kepatuhan Ibrahim, maka Allah mengirimkan malaikat Jibril untuk menggantikan posisi Ismail dengan kambing gibasy yang gemuk,
dengan sekejab saja, ternyata yang putus kepalanya adalah kepala kambing gibasy itu dan Ismailpun diselamatkan oleh Malaikat Jibril atas perintah Allah SWT. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Wa Lillaahi Hamd. Dari peristiwa itu telah menjadi syari’at ummat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam untuk melaksanakan ibadah qurban...

4. Sapinya Nabi Musa A.s

..Tatkala Nabi Musa menyampaikan cara yg diwahyukan oleh Allah itu kpd kaumnya ia ditertawakan dan diejek krn akal mereka tidak dapat menerima bhw hal yg sedemikian itu boleh terjadi. Mereka lupa bhw Allah telah berkali-kali menunjukkan kekuasaan-Nya melalui mukjizat yg diberikan kpd Musa yg kadang kala bahkan lebih hebat dan lebih sukar utk diterima oleh akal manusia berbanding mukjizat yg mereka hadapi dlm peristiwa pembunuhan pewaris itu.
Berkata mereka kpd Musa secara mengejek: "Apakah dgn cara yg engkau usulkan itu, engkau bermaksud hendak menjadikan kami bahan ejekan dan tertawaan org? Akan tetapi kalau memang cara yg engkau usulkan itu adalah wahyu, maka cubalah tanya kpd Tuhanmu, sapi betina atau jantankah yg harus kami sembelih? Dan apakah sifat-sifatnya serta warna kulitnya agar kami tidak dapat salah memilih sapi yg harus kami sembelih?"
Musa menjawab: "Menurut petunjuk Allah, yg harus disembelih itu ialah sapi betina berwarna kuning tua, belum pernah dipakai utk membajak tanah atau mengairi tanaman tidak cacat dan tidak pula ada belangnya."
Kemudian dikirimkanlah org ke pelosok desa dan kampung-kampung mencari sapi yg dimaksudkan itu yg akhirnya diketemukannya pd seorg anak yatim piatu yg memiliki sapi itu sebagai satu-satunya harta peninggalan ayahnya serta menjadi satu-satunya sumber nafkah hidupnya.
Ayah anak yatim itu adalah seorg fakir miskin yg soleh, ahli ibadah yg tekun yg pada saat mendekati waktu wafatnya, berdoalah kpd Allah memohon perlindungan bagi putera tunggalnya yg tidak dapat meninggalkan warisan apa-apa baginya selain seekor sapi itu. Maka berkat doa ayah yg soleh itu terjuallah sapi si anak yatim itu dgn harga yg berlipat ganda krn memenuhi syarat dan sifat-sifat yg diisyaratkan oleh Musa utk disembelih.
Setelah disembelih sapi yg dibeli dari anak yatim itu, diambillah lidahnya oleh Nabi Musa, lalu dipukulkannya pada tubuh mayat, yg seketika bangunlah ia hidup kembali dgn izin Allah, menceritakan kpd Nabi Musa dan para pengikutnya bagaimana ia telah dibunuh oleh saudara-saudara sepupunya sendiri.
Demikianlah mukjizat Allah yg kesekian kalinya diperlihatkan kpd Bani Israil yg keras kepala dan keras hati itu namun belum juga dapat menghilangkan sifat-sifat congkak dan membangkang mereka atau mengikis-habis bibit-bibit syirik dan kufur yg masih melekat pada dada dan hati mereka...

5. Ikan Yang Menelan Nabi Yunus A.s

...Kemudian Nabi Yunus AS menaiki kapal yang dipenuhi penumpang dan muatan. Ketika mereka berada di tengah-tengah lautan maka kepal itu miring dan hampir tenggelam, dimana mereka harus mengambil salah satu keputusan antara mereka tetap berada di kapal semuanya dengan resiko mengalami kebinasaan; atau membuang sebagian dari mereka agar kapal itu menjadi ringan dan menyelamatkan sisanya. Akhirnya mereka memilih jalan yang terakhir setelah menemui kesepakatan di antara mereka.
Kemudian mereka melakukan pengundian dan sejumlah penumpang terkena undian tersebut termasuk di dalamnya Nabi Yunus AS, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “… kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah untuk undian.” (Ash-Shaffat: 141).
Yakni ia termasuk dari orang-orang yang kalah dalam undian tersebut. Kemudian mereka pun melemparkannya ke laut, serta seekor ikan besar menelannya, akan tetapi tidak sampai mematahkan tulangnya dan merobek dagingnya.
Ketika Nabi Yunus AS berada di dalam perut ikan, maka dalam keadaan gelap (dalam perut ikan) ia berseru, “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.” (Al-Anbiya’: 87). Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada ikan itu supaya memuntahkan Nabi Yunus AS di daerah yang tandus.
Nabi Yunus AS keluar dari perut ikan tersebut bagaikan anak burung yang baru keluar dari telur (baru menetas) karena saking lemahnya. Kemudian Allah Ta’ala mengasihinya dan menumbuhkan sebuah pohon dari jenis pohon labu baginya, dimana pohon itu meneduhinya, sehingga ia kuat kembali.
Kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi Yunus AS supaya kembali ke kaumnya, agar ia mengajari dan menyeru mereka, dan penduduk negeri itu memenuhi seruannya sebanyak seratus ribu orang atau lebih, dimana mereka beriman, sehingga Kami karuniakan kepada mereka keni’matan hidup sehingga batas waktu tertentu...

‎6. Khimarnya Nabi Uzair A.s

..Uzair bangun dari kematian yang dijalaninya selama seratus tahun. Matanya mulai memandang apa yang ada di sekelilingnya lalu ia melihat kuburan di sekitarnya. Ia mengingat-ingat bahawa ia telah tertidur. Ia kembali dari kebunnya ke desa lalu tertidur di kuburan itu. Inilah peristiwa yang dialaminya. Matahari bersiap-siap untuk tenggelam sementara ia masih tertidur di waktu Dzuhur.
Uzair berkata dalam dirinya: Aku tertidur cukup lama. Barangkali sejak Dzuhur sampai Maghrib. Malaikat yang diutus oleh Allah s.w.t membangunkannya dan bertanya: "Berapa lama kamu tinggal di sini?"
Malaikat bertanya kepadanya: "Berapa jam engkau tidur?" Uzair menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari." Malaikat yang mulia itu berkata kepadanya: "Sebenarnya kamu tinggal di sini selama seratus tahun lamanya. " Engkau tidur selama seratus tahun. Allah s.w.t mematikanmu lalu menghidupkanmu agar engkau mengetahui jawapan dari pertanyaanmu ketika engkau merasa heran dari kebangkitan yang dialami oleh orang-orang yang mati. Uzair merasakan kehairanan yang luar biasa sehingga tumbuhlah keimanan pada dirinya terhadap kekuasaan al-Khaliq (Sang Pencipta). Malaikat berkata sambil menunjuk makanan Uzair: "Lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum berubah."
Uzair melihat buah tin itu lalu ia mendapatinya seperti semula di mana warnanya tidak berubah dan rasanya pun tidak berubah. Telah berlalu seratus tahun tetapi bagaimana mungkin makanan itu tidak berubah? Lalu Uzair melihat piring yang di situ ia memeras buah anggur dan meletakkan di dalamnya roti yang kering, dan ia mendapatinya seperti semula di mana minuman anggur itu masih layak untuk diminum dan roti pun masih tampak seperti semula, di mana kerasnya dan keringnya roti itu dapat dihilangkan ketika dicampur dengan perasan anggur.
Uzair merasakan kehairanan yang luar biasa, bagaimana mungkin seratus tahun terjadi sementara perasan anggur itu tetap seperti semula dan tidak berubah. Malaikat merasa bahawa seakan-akan Uzair masih belum percaya atas apa yang dikatakannya. kerana itu, malaikat menunjuk keldainya sambil berkata: "Dan lihatlah kepada keledaimu itu (yang telah menjadi tulang- belulang)."
Uzair pun melihat ke keldainya tetapi ia tidak mendapati kecuali ia tanah dari tulang-tulang keldainya. Malaikat berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin melihat bagaimana Allah s.w.t membangkitkan orang-orang yang mati? Lihatlah ke tanah yang di situ terletak keledaimu." Kemudian malaikat memanggil tulang-tulang keldai itu lalu atom-atom tanah itu memenuhi panggilan malaikat sehingga ia mulai berkumpul dan bergerak dari setiap arah lalu terbentuklah tulang-tulang. Malaikat memerintahkan otot-otot saraf daging untuk bersatu sehingga daging melekat pada tulang-tulang keldai. Sementara itu, Uzair memperhatikan semua proses itu. Akhirnya, terbentuklah tulang dan tumbuh di atasnya kulit dan rambut.
Alhasil, keldai itu kembali seperti semula setelah menjalani kematian. Malaikat memerintahkan agar roh keldai itu kembali kepadanya dan keldai pun bangkit dan berdiri. Ia mulai mengangkat ekornya dan bersuara. Uzair menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah s.w.t tersebut terjadi di depannya. Ia melihat bagaimana mukjizat Allah s.w.t yang berupa kebangkitan orang-orang yang mati setelah mereka menjadi tulang belulang dan tanah. Setelah melihat mukjizat yang terjadi di depannya, Uzair berkata: "Saya yakin bahawa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. "
Uzair bangkit dan menunggangi keldainya menuju desanya. Allah s.w.t berkehendak untuk menjadikan Uzair sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya kepada masyarakat dan mukjizat yang hidup yang menjadi saksi atas kebenaran kebangkitan dan hari kiamat. Uzair memasuki desanya pada waktu Maghrib. Ia tidak percaya melihat perubahan yang terjadi di desanya di mana rumah-rumah dan jalan-jalan sudah berubah, begitu juga manusia dan anak-anak yang ditemuinya.
Tak seorang pun di situ yang mengenalinya. sebaliknya, ia pun tidak mengenali mereka. Uzair meninggalkan desanya saat beliau berusia empat puluh tahun dan kembali kepadanya dan usianya masih empat puluh tahun. Tetapi desanya sudah menjalani waktu seratus tahun sehingga rumah-rumah telah hancur dan jalan-jalan pun telah berubah dan wajah-wajah baru menghiasi tempat itu.

7. Semutnya Nabi Sulaiman A.s

.. Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tenteranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) sehingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, “hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tenteranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”
Maka Nabi Sulaiman tersenyum dengan tertawa karena mendengar perkataan semut itu. Katanya,
“Ya Rabbi, limpahkan kepadaku kurnia untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku; kurniakan padaku hingga boleh mengerjakan amal soleh yang Engkau redhai; dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang soleh.”
(An-Naml: 16-19)
Menurut sejumlah riwayat, pernah suatu hari Nabi Sulaiman as bertanya kepada seekor semut, “Wahai semut! Berapa banyak engkau perolehi rezeki dari Allah dalam waktu satu tahun?”
“Sebesar biji gandum,” jawabnya.
Kemudian, Nabi Sulaiman memberi semut sebiji gandum lalu memeliharanya dalam sebuah botol. Setelah genap satu tahun, Sulaiman membuka botol untuk melihat nasib si semut. Namun, didapatinya si semut hanya memakan sebahagian biji gandum itu.
“Mengapa engkau hanya memakan sebahagian dan tidak menghabiskannya?” tanya Nabi Sulaiman.
“Dahulu aku bertawakal dan pasrah diri kepada Allah,” jawab si semut. “Dengan tawakal kepada-Nya aku yakin bahwa Dia tidak akan melupakanku. Ketika aku berpasrah kepadamu, aku tidak yakin apakah engkau akan ingat kepadaku pada tahun berikutnya sehingga boleh memperoleh sebiji gandum lagi atau engkau akan lupa kepadaku. Karena itu, aku harus tinggalkan sebahagian sebagai bekal tahun berikutnya.”...

8. Burung Hud-Hud Nabi Sulaiman A.s

Pada suatu ketika, Nabi Sulaiman mengumpulkan dan memeriksa seluruh pengikut-pengikutnya baik dari kalangan manusia, jin dan binatang, termasuk burung-burung. Berdasarkan pemeriksaannya, Nabi tidak melihat burung hud-hud. Karena ketidakhadiran burung hud-hud tersebut, beliau berjanji akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau bahkan menyembelihnya. Ternyata, tidak lama kemudian, burung hud-hud datang menghadap Nabi Sulaiman.
Burung hud-hud menjelaskan perihal keterlambatannya karena mencari berita tentang adanya seorang wanita yang menjadi pemimpin suatu negara dan dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Atas berita yang dibawa oleh burung hud-hud tersebut, akhirnya Nabi Sulaiman mengunjungi kerajaan Saba yang dipimpin oleh ratu Balqis yang akhirnya masuk Islam dengan dakwah Nabi Sulaiman. Kisah tersebut diabadikan dalam Qur’an Surat An-Naml ayat 22-23.
Kisah tersebut menggambarkan burung hud-hud (sebagai anak buah) yang mempunyai kecerdasan dan kecemerlangan berpikir sehingga pengembaraannya dalam mencari makanan (nafkah) tidak semata untuk tujuan duniawi melainkan untuk penyebaran agama.
Burung hud-hud, di antara waktunya, memanfaatkan kesempatan mencari berita dan kabar suatu kaum karena ia berkeinginan untuk menyampaikan risalah Islam kepada mereka. Melalui presentasi burung hud-hud yang gemilang serta keberanian dalam mengemukakan uzur (keterlambatan), Nabi Sulaiman dapat mengajak kaum Saba untuk mentauhidkan Allah.

9. Untanya Nabi Muhammad SAW

Ketika itu kami bersama Nabi besar Muhammad Saw tengah berada dalam sebuah peperangan. Tiba-tiba datang seekor unta mendekati beliau, lalu untu tersebut berbicara, "Ya Rasulullah, sesungguhnya si fulan (pemilik unta tersebut) telah memanfaatkan tenagaku dari semenjak muda hinga usiaku telah tua seperti sekarang ini. Kini ia malah hendak menyembelihku. Aku berlindung kepadamu dari keinginan si fulan yang hendak menyembelihku."
Mendengar pengaduan sang unta, Rasulullah Saw memanggil sang pemilik unta dan hendak membeli unta tersebut dari pemiliknya. Orang itu malah memberikan unta tersebut kepada beliau.. Unta itu pun dibebaskan oleh Nabi kami Muhammad Saw.
Juga ketika kami tengah bersama Muhammad Saw, tiba-tiba datang seorang Arab pedalaman sambil menuntun untanya. Arab baduy tersebut meminta perlindungan karena tangannya hendak dipotong, akibat kesaksian palsu beberapa orang yang berkata bohong. Kemudian unta itu berbicara dengan Nabi kami Muhammad Saw, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang ini tidak bersalah. Para saksi inilah yang telah memberikan pengakuan palsu karena mereka telah dipaksa. Sebenarnya pencuriku adalah seorang Yahudi."

Cukup sekian dulu posting dari ukthy kali ini, smoga dapat bermanfaat buat kita smua, terutama buat ukhty sndiri, jngn lupa tinggalkan komentarnya ya sobat, biar blog ukhty makin rame, hehe, jngn lupa juga baca artikel lainnya, yg mungkin dapat bermanfaat. makasih buat yg masih sering berkunjung. :)

Wassalamualaikum wr wb, salam hangat Ukhty al - mahbubah




Air Putih atau Mineral dapat memulihkan Konsentrasi

27 Agu 2011
Assalamualaikum wr wb, sobat apa kabarnya nih ? smoga selalu sehat wal afiat ya, kali ini ukhty ingin berbagi informasi mngenai ksehatan, yg umum aja sih, salah satu manfaat dan khasiat dari pada air putih. Langsung aja yuk sobat, silahkan di simak, smoga dapat bermanfaat dan jngn lupa komentarnya ya. !!

Sobat sering marah-marah, kehilangan konsentrasi, atau keletihan di siang hari? Jangan mencari pelampiasan dulu, hehe. Cobalah istirahat sejenak, lalu minum air putih. Semoga keletihan dan kehilangan konsentrasi bisa pulih. Pasalnya, sobat mungkin hanya mengalami dehidrasi.
Selama satu hari, orang dewasa memerlukan sekitar 2 liter air atau 8-10 gelas. Jika kebutuhan itu tidak terpenuhi, akan muncul beberapa gejala, dari yang ringan sampai berat. Jika dehidrasi terus diabaikan, akan mengalami pingsan bahkan kematian.
"Ketika muncul rasa haus, harus segera minum. Kalau dibiarkan, tidak timbul rasa haus lagi yang itu berarti menjadi dehidrasi berat. Tubuh telah gagal dalam mengatasi cairan tubuh sehingga bisa mengakibatkan kesadaran terus menurun," papar Dr dr Luciana Sutanto, MS, SpGK, dalam talkshow "Waspadai Dampak Dehidrasi Ringan Terutama terhadap Tingkat Kinerja, Kognitif, dan Mood", yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter Gizi Medik, beberapa waktu lalu.
Kekurangan air adalah salah satu penyebab keletihan. Hanya diperlukan penurunan dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh 2 persen untuk memperlambat ingatan atau kehilangan fokus pikiran, kesulitan menghitung, membaca, dan memilah pekerjaan. Kekurangan air menyebabkan jantung berdetak lebih cepat sehingga membuat tubuh menjadi lebih cepat lelah. Bahkan, tubuh kekurangan air 1 persen saja sudah menyebabkan gangguan mood.
Secara umum, kekurangan air 2-3 persen akan meningkatkan suhu tubuh, rasa haus, dan gangguan stamina. Jika terus diabaikan hingga kekurangan mencapai 4 persen dapat menurunkan kemampuan fisik sebanyak 25 persen. Akan mengalami pingsan bila kadar air tubuh berkurang sampai 7 persen.
Studi terbaru yang dilakukan Lawrence Armstrong, PhD, tahun 2010 menyimpulkan bahwa wanita lebih rentan (tingkat dehidrasi 1,3 persen) terhadap dampak negatif dehidrasi pada kinerja, kognitif, dan mood, dibandingkan dengan pria (tingkat dehidrasi 1,5 persen). Dari penelitian tersebut, wanita lebih rentan mengalami gangguan akibat dehidrasi ketimbang pria.
Menurut Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, di kesempatan yang sama, tubuh wanita memang lebih sensitif terhadap dehidrasi dibandingkan dengan pria karena komposisi tubuhnya yang berbeda. Otot wanita lebih sedikit, tetapi lemak lebih banyak. Begitu juga hormonalnya lebih banyak sehingga lebih sensitif. Ketika cairan terhadap tubuh berkurang, akan mudah terpengaruh sehingga dampak dehidrasi pun lebih cepat muncul.
Dr Luciana menambahkan, haus merupakan tanda bahwa tubuh sudah mengalami kekurangan cairan. Ia menyarankan agar jangan selalu membiarkan tubuh terus-menerus merasakan haus. Akan lebih baik apabila belum terasa haus sudah minum, mengingat jumlah air yang harus diminum adalah dua liter. Semakin banyak gerak, kebutuhan air akan lebih banyak.
Anak-anak membutuhkan air lebih banyak daripada orang dewasa. Jika dirata-rata, kebutuhan anak-anak akan cairan sebanyak 100 ml per berat badan (BB), sementara orang dewasa (25-55 tahun) kebutuhan airnya 35 ml/BB.
"Sangat penting mengajarkan anak-anak untuk minum secara teratur sebelum merasa haus. Pasalnya, tubuh anak-anak belum sempurna berkeringat agar dapat mengatur suhu badannya, terlebih saat mereka aktif bermain. Ketika mereka minta minum, berarti mereka sudah mengalami dehidrasi," tutur Saptawati.
Beberapa penyakit bisa muncul akibat kurangnya cairan. Khususnya pada risiko kencing batu dan infeksi saluran kencing, kanker usus besar, dan saluran kencing, konstipasi (sembelit), obesitas pada anak dan remaja, hipertensi, dan trombaemboli vena, penyakit jantung koroner, dan prolaps katup mitral jantung, stroke pembuluh darah otak, glaukoma, terganggunya fungsi kelenjar ludah, serta gangguan kesehatan lansia secara umum.
Pada umumnya, selain faktor lain, misalnya pada penyakit jantung koroner, kurangnya cairan yang masuk akan menyebabkan volume darah menjadi kental. Darah yang lebih kental akan menyebabkan aliran darah tidak lancar sehingga memunculkan endapan-endapan di dinding pembuluh darah yang bisa menyumbat aliran darah ke jantung. Kalau sudah begitu, Sobat bisa terkena serangan jantung. Dengan mengonsumsi air yang cukup, selain terhindar dari dehidrasi, juga akan membantu tubuh tetap sehat.

Tips dari Ukhty :

Minum dua liter air putih setiap hari untuk kesehatan Anda! Mungkin masalah kesehatan akan kurangnya minum air belum terasa hari ini, tapi di tahun-tahun ke depan, saat usia sudah makin bertambah dan ketahanan tubuh menurun, penyakit pun baru muncul. Lebih baik mencegah daripada mengobati, dan biasakan minum air putih untuk pencegahan sejak dini.
Banyak orang berpikir semua jenis minuman bisa menjadi pengganti air putih yang memang tidak ada rasanya. Tapi jangan salah! Faktanya tidak ada satupun cairan yang komponennya menyamai air putih. Air putih paling gampang diterima dan diserap oleh sel-sel tubuh. Minuman yang lain biasanya mengandung gula, sekalipun 0% gula, masih ada sedikit kandungan gula di dalamnya. Air putih juga bebas dari pewarna atau zat pengawet yang biasa ada pada minuman kemasan. Dalam satu hari, sekalipun Mommy sudah minum jus buah dan sup dalam jumlah banyak, tubuh tetap membutuhkan air putih.
Semakin kotornya lingkungan, membuat suplay air putih sehat semakin berkurang di Indonesia. Pastikan air putih bersih dari kotoran, zat racun, dan berbagai kuman penyakit.
Ciri-ciri air putih yang sehat sebagai berikut :

  • Air putih tidak berwarna atau bening dan jernih.
  • Air putih tidak berbau dan memang tidak memiliki rasa.
  • Air putih bebas dari segala jenis bakteri dan kuman, serta memiliki kandungan bahan kimia yang seimbang di dalamnya. Memang untuk mengetahui yang ini perlu pemeriksaan sample air ke laboratorium.

Sekian dulu ya posting kali ini, smoga dapat bermanfaat buat smuanya, dan buat ukthy juga, mampir lagi di blog ukhty yg sderhana ini, jngn lupa berikan komentarnya ya sobat, salam hangat :) ukhty al-mahbubah

wassalamualaikum wr wb